How To Confront Adulting
This is one of my interested topic!!!
Menurut seorang influencer dan dokter kak Nadhira Afifa dalam buku nya yang berjudul "Almost Adulting" mengatakan bahwa mimpi memiliki peran yang cukup besar dalam proses pendewasaan seseorang, karena dengan mimpilah kita sadar bahwa hidup itu perlu adanya tujuan dan membuat kita secara sadar melangkah dalam keseharian. Hal yang cukup sulit dalam proses ini ialah ketika kita harus merubah skala prioritas kita dan berusaha untuk sacrifice dalam berbagai hal, dan prioritas merupakan satu hal yang secara kontsan berubah dalam kehidupan. Apa yang menjadi prioritas saat kita remaja, dewasa, bahkan saat menjadi orang tua tentunya berbeda dan berubah setiap fasenya. Itulah mengapa prioritas merupakan satu hal yang secara kontan berubah.
So what?
Dari beberapa reverensi yang aku baca bahwa setiap orang pasti memilih proses pendewasaan yang berbeda - beda, dan it's okey. Belajar dari proses pendewasaan setiap orang yang berbeda itu membuat aku sadar bahwa kita harus siap menerima untuk menjadi dewasa dengan berbagai tantangan dan konsekuensi kedepannya, satu hal yang perlu diketahui bahwa adulting itu dapat terjadi di berbagai usia, mulai dari smp, sma, kuliah, bahkan ketika lulus s2 dan menikah, jadi sangat wajar ketika kita baru merasakan proses pendewasaan di umur kita yang dapat dibilang tidak lagi muda. Lalu how to confront our adulting?
First Step : Siap Mental
Hal tersulit dalam proses pendewasaan adalah sebuah penerimaaan. Apalagi ketika kita hidup di lingkungan yang belum siap menerima kita yang memilih menjadi dewasa dan terkesan menjadi kaku. Maka dari itu kita harus siap mental untuk menghadapi situasi tersebut, ketika mental kita sudah siap maka hal tersebut tidak akan menjadi satu hal yang berat.
Second Step : Enjoy the process
Banyak orang yang hanya berfokus pada hasil akhir dan pencapaian saja bukan pada prosesnya. Such a simpe concept, should we know is Nothing in Between. Kita sadar bahwa waktu tidak akan berputar kembali sepeti di film doraemon, masa lalu hanya akan menjadi sebuah penyesalan dan pengalaman berharga begitupun masa depan yang masih menjadi sebuah misteri. Tapi kita lupa bahwa kita tidak bisa in between dan belajar untuk be in the moment. Dengan tidak terlalu melihat masa depan dengan kecemsan dan ketakutan, melihat masa lalu dengan kegagalan, tapi lihat sekeliling mu saat ini. Ketika kita sadar dan paham bahwa enjoy the process is more important maka, kita akan jauh lebih tenang dalam menghadapi proses adulting.
Ini lah dua langkah yang dapat kita persiapkan sebelum memilih untuk menjadi dewasa dan keluar dari zona nyaman kita. Mungkin ada sekian cara agar kita bisa lebih siap untuk mengahdapi proses ini, jadi buat kalian yang mungkin punya insight baru atau ingin berdiskusi lebih dalam feel free and contact me as soon as you can:)
See you in another topic👋

Komentar
Posting Komentar