Mengaku Mahasiswa
Tulisan ini saya kutip dari wanita hebat bernama Qoonita
Mengaku mahasiswa, tapi manut kita dibilang bernenek moyang hewan
Bukan para nabi penuh teladan
Fasih kita bilang kebutuhan dasar manusia pangan - papan - sandang
Lalu dimana keimanan?
Belakangan masalah semakin lancang
Berani bertuhan akan bukan Rab semesta alam
Tak seperti para pelajar terbaik, yang melandaskan ilmunya dari Al Quran
Dari an Nisa Al khawarizmi menemukan Al jabar
Dari Al hadid jabir ibnu Hayyan menemukan unsur besi (Fe)
Dari Al mulk abbas bin Firnas menemukan pesawat terbang
Dari Al Maarij Al Kindi menemukan konsep relativitas waktu
Mengaku mahasiswa, tapi malas membaca,menulis,berlatih,apalagi berkarya
Tugas seadanya lulus ujian dengan segala cara
Tak seperti para pelajar terbaik,budaya literasi nya tak ada tanding!
Pimpinan proyek mushaf Al Quran Said bin Tsabit
Harus menghadirkan 3 narasumber untuk mengkonfirmasi kebenaran tiap ayat Al Quran
Jabir bin Abdullah rela menempuh ribuan kilo
Hanya untuk mengkonfirmasi satu hadis pada sahabat Rasulullah
Ibnu sina pernah membaca satu buku 50 kali dan merasa masih belim paham
Membaca,menulis,dan berkarya tanpa henti sudah jadi sebuah ambisi surgawi
Maka tak heran terjadi ledakan ilmu pengetahuan
Peradaban Islam menjadi pusat ilmu dan teknologi dunia
Sebuah jasa besar yang tak mungkin di balas peradaban barat hari ini
Mengaku mahasiswa, tapi kita sering kali menuntut ilmu demi materi dan posisi
“Berapa gaji saya nanti?” Tanya kita saat memperimbang kan sebuah studi
Tak seperti para pelajar terbaik
Tujuan menuntut ilmu ialah untuk mengabdi
Ia ingin bisa memberi manfaat lebih banyak
Menjadi penyambung risalah nabi dan berharap menjadi sebab ridho illahi
Pera pelajar terbaik ini tak pernah merasa berjasa apalagi jumawa.
Mereka hanya sedang menjalankan perannya sebagai manusia saja
Khalifatul Ardh
Sekarang, maukah kita berbenah dan belajar sari para pelajar terbaik?
Komentar
Posting Komentar